Orang Sinting Ke Makassar

14 07 2009

Zulhaq

Apa kareba ji??? Baji baji ji…Hallo cess…Gimana daeng??? Ah, cuman beberapa potong kata itu yang gw tahu dari bahasa makassar. Ya, karena gw nggak pernah mempelajarinya. bukan males ato apa, ya memang nggak ada yang mau ngajarin. Alasan yang paling tepat, gw nggak tinggal di makassar. Hanya sekedar jalan-jalan aja he2…

Setibanya gw dan sohib gw yang biasa di sapa Mazza waktu itu di makassar, hanya ada tampang melongo, dan otak yang penuh kebingugan yang bisa kita tampakkan!!! Gimana nggak, pertama kalinya menginjakkan kaki di tanah angin mamiri tuh. nggak punya petunjuk, nggak punya guide, hanya bermodalkan “Malu bertanya sesat di jalan”.

Berhubung nggak ada tumpangan gratis, gw dan sohib gw sepakat untuk cari penginapan. Waktu itu kita naik angkot atau pete-pete kata orang makassar, biar pencarian penginapan lebih afdol dan bisa tengok kanan tengok kiri sekalian kecengin cewek2 ABG he2. Dalam perjalanan, sopir pete-pete bertanya “Mas turun di mana”. Mazza yang maniak bgt sama bola, yang mengakui dirinya “aremania” langsung mengatakan “Turun di karebosi pak”. Loh, itu kan lapangan bola, dan ini udah maghrib, kok turun disana??? Ujar bapak sopir dengan nada sedikit heran. kita hanya bisa tersenyum malu dan mengatakan “Taunya cuman lapangan karebosi pak” kekekekekkk…Setelah menyerahkan duit 4 ribu yang sedikit kusut sebagai ongkos, akhirnya kita turun di lapangan karebosi. Belum sempat menghirup aroma pisang epek, belum sempat menghirup udara makassar dengan akrab, tiba2 gw yang ganteng dan sohib gw yang cantik ganteng juga di kerumunin banci-banci. Ampuunn deh, gw bilang ma mazza “Apakah ini jawaban dari pertanyaan bapak sopir yang sedikit heran tadi”. Hanya tuhan dan sopir itu yang tau!!! Read the rest of this entry »